Sabtu, 23 Januari 2010

Penyakit Beri-Beri


Penyakit beri-beri adalah penyakit akibat kekurangan vitamin B1 atau tiamina. Beri-beri berasal dari nama hewan biri-biri karena penderita beri-beri berjalan dengan gaya jalan seperti biri-biri karena gangguan motorik akibat polineuritis. Penyakit ini penyakit yang sangat mengerikan. Penderita bisa meradang dan meninggal dunia dalam waktu yang sangat dekat.

Pada abad ke-19 penyakit ini mewabah. Umumnya, penyakit beri-beri banyak menyerang masyarakat dengan makanan pokoknya beras giling seperti di Indonesia, India, China, Jepang, Malaysia, dan lainnya.

Christiaan Eijkman seorang ilmuwan Belanda melakukan penelitian tentang penyakit beri-beri. Dari penelitian yang dilakukannya selama 10 tahun di Indonesia, yang pada saat itu masih bernama Hindia Belanda, Eijkman menemukan vitamin B1 yang pada saat itu belum diketahui namanya. Atas penelitian medisnya, Eijkman dikenal sebagai penemu Vitamin B, bersama dengan Frederick Hopkin dari Britania Raya. Ia pula yang menemukan penyebab beri-beri.

Penyakit beri-beri dapat diklasifikasikan menjadi tiga golongan yaitu : beri-beri kering, basa dan jantung.

Gejala-gejalanya :

Beri-beri kering memiliki gejala kaki terasa tebal dan kesemutan. Penderita beri-beri akan merasakan otot lelah dan kekuatannya berkurang. Tahap akhir, anggota badan layuh dan penderita berjalan seperti ayam. Sering sesak napas dan jantung berdebar-debar bila beraktivitas.
Beri-beri basah memiliki ciri adanya pembengkakan dari kaki, tungkai bawah, lalu muka, dan bagian tubuh lain. Bila betis yang bengkak ditekan, terbentuk cekungan yang tak segera hilang dan terasa sakit. Sedangkan, beri-beri jantung ditandai rasa tekanan di ulu hati, sesak napas, dan berdebar-debar dalam menjalankan kegiatannya. Kelamaan, gejala ini muncul tanpa ada kegiatan, mendadak, dan langsung berat dan penderita bisa meninggal dalam waktu singkat.

Penyakit beri-beri ini tidak mengenal jenis kelamin dan usia, karenanya penyakit tersebut dapat terkena pada siapapun, baik orang dewasa maupun anak-anak. Untuk bayi biasanya baru terlihat sebelum bayi berusia 4 bulan.

Pencegahan :

Penyakit beri-beri bisa dicegah dengan penambahan vitamin B1 dalam makanan sehari-hari. Makan beras tumbuk akan lebih baik, ditambah ikan, telur, daging, kacang-kacangan, tempe, oncom, tomat, tering, bayam, selada, belinjo, pepaya, jerung, dan pisang.

Sumber : Tabloid Kampus

0 komentar:

Poskan Komentar